Thursday, December 20, 2012

Méthode de français Campus 4 (livre, cahier, corriges)



Méthode de français Campus 4 (livre, cahier, corriges)
Publisher: CLE International | 2005 | ISBN: 2090333146/2090333154 | French | PDF | 174+94+22 pages | 162 Mb

Le niveau 4 de Campus complète la collection, et amène les étudiants à un niveau B2/C1.
Fruit du travail d'auteures expérimentées tant dans le domaine de la formation que de la pratique de la classe de
FLE, Campus 4 propose un parcours à travers 10 unités thématiques.
L'ouvrage se compose de nombreuses pages d'oral, à exploiter en groupe, spontanément, des pages d'écrit, mêlant à la fois textes littéraires, culturels et de sciences sociales pour lesquels un travail d'exploitation, d'analyse et de production est mené et des pages CECR de préparation aux épreuves qui attendent les apprenants pour les nouveaux examens du DELF B2 et du DALF C1.

Plus précisément, nous avons :
* Compréhension orale : niveau du DELF B2 au DALF C1
* Compréhension écrite : niveau du DELF B2 au DALF C1
* Expression orale : niveau DELF B2 + participation à une discussion ou à un débat, exposé oral
* Expression écrite : niveau DELF B2 + essai argumenté sur un thème.

Deux grands types de documents sonores (extraits de conversations entre Français et enregistrements d'émissions de Radio France) et écrits (extraits de magazines, de revues, d'ouvrages littéraires ou scientifiques...) sont présentés aux étudiants dans Campus 4:* des documents "grand public", d'accès relativement aisé, destinés à la communication sur des sujets d'intérêt socioculturel général, tels que la mode, la gastronomie, les loisirs, les voyages, les programmes de télévision...;* des documents écrits par des spécialistes sir des thèmes impliquant la réflexion et favorisant le débat.

La méthodologie dans Campus 4 est simple et centrée sur l'apprenant : « Comprendre et mémoriser pour parler et écrire ». La compréhension se fait en interaction et est motivée par l'intérêt des textes choisis parce qu'ils représentent une problématique.
Un précis grammatical complet permet d'appuyer le travail d'analyse réalisé dans les dossiers.

Liens :

http://uploaded.to/file/j75dzwdl
ou
http://depositfiles.com/files/cmx99p7wn

Sunday, November 25, 2012

Tahukah Anda, 7000 Orang Indonesia Berbahasa Perancis di Suatu Tempat

Tahukah Anda! Sekitar 7000 orang Indonesia yang berbahasa Perancis saat ini tinggal di suatu tempat, tepatnya di New Caledonia (Kaledonia Baru) dan mereka merupakan bagian sejarah Indonesia yang kurang begitu terkenal.
Adalah Djintar Tambunan – berumur 65 dan masih bekerja sebagai seorang insinyur di Noumea, ibukota Kaledonia Baru,  merupakan anggota dari sebuah minoritas yang tidak biasa.  Dia salah satu dari orang Indonesia  yang sangat sedikit di Kaledonia Baru yang masih fasih berbahasa Indonesia.  Istrinya Soetina yang orang Jawa tidak, demikian pula dengan ke dua anaknya yang sudah dewasa. Seperti kebanyakan teman-teman Indonesia mereka, bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa Perancis.
Lahir di Belige, di tepi Danau Toba, Sumatera Utara, pada tahun 1945, Tambunan (begitu dia lebih suka dipanggil) dipindahkan ke Pulau Pasifik Kaledonia Baru selama booming pertambangan di tahun 1970. Dia datang untuk bekerja di perusahaan konstruksi besar Citra yang masih ada hingga sekarang.  Dia menggambarkan dirinya sebagai bagian dari ‘gelombang ketiga‘ dari emigran Indonesia.
Lalu siapa kemudian yang disebut sebagai ‘gelombang  pertama’ dan ‘gelombang kedua‘ dari emigran Indonesia, dan apa yang mereka lakukan di Kaledonia Baru?
Menurut Djintar Tambunan,  dari 7000 atau lebih orang Indonesia yang saat ini tinggal di sana, merupakan bagian dari sebuah ‘bab’ yang relatif kurang dikenal dalam sejarah Indonesia.  Seperti sejarah orang Jawa di Suriname – Amerika Selatan dan juga orang Melayu di Cape Malays – Afrika Selatan, ini adalah kisah menarik dari ketegangan yang terjadi ketika  terjadi perpindahan populasi ke sebuah  lingkungan baru.
Sebuah etnis pertambangan awak-multi yang terdiri dari Vietnam, Melanesia dan Jawa (Gambar milik Asosiasi Pur La Sauvegarde du Patrimoine Minier historique et du Nord Caledonien)
Gelombang pertama emigran Jawa terdiri dari 170 orang buruh kontrak, yang tiba di Noumea pada tahun 1896.  Empat puluh dua tahun sebelumnya, Napoleon III telah mendirikan koloni hukuman milik Perancis di Kaledonia Baru. Sebagian besar narapidana yang dikirim ke sini adalah tahanan politik dari Komune Paris.  Pada tahun 1894, Gubernur  Kaledonia Baru Perancis, Paulus Feillet, menghapuskan imigrasi dan menggantikan tenaga pidana penjara dengan tenaga kerja imigran Asia, terutama dari Jepang, Jawa (Indonesia) dan Vietnam, yang datang untuk bekerja di pertambangan dan perkebunan.
Awalnya dikirim untuk bekerja di bidang pertanian, pada tahun 1899 orang Jawa mulai bekerja di industri pertambangan, yang menawarkan upah yang lebih baik namun kondisi lebih sulit.  Setelah masa kontrak mereka berakhir, beberapa dari mereka kembali ke Jawa.  Tetapi banyak yang  tetap di New Caledonia, sebuah pilihan yang memaksa hak mereka untuk repatriasi. Itu juga pilihan yang mengharuskan mereka mencari pekerjaan baru.
Tunggu sebentar! Tahukah Anda di mana letak New Caledonia.  Lihat peta di bawah ini.  New Caledonia adalah negara kepulauan yang terletak ‘di bawah kanan’ Indonesia dan ‘di sebelah kanan’ Australia nun jauh di Lautan Teduh.
Gelombang kedua imigrasi dari Jawa terjadi pada tahun-tahun sebelum Perang Dunia II ketika ekonomi New Caledonian menghadapi kekurangan tenaga kerja kronis bersamaan dengan ledakan di produksi nikel dan kopi.  Antara tahun 1933 dan 1939 lebih dari 7800 orang Jawa meninggalkan Jawa untuk Noumea. Banyak dari mereka  telah menandatangani  kontrak lima tahun dengan agen mereka.
Ketika tiba mereka menemukan pekerjaan di bidang pertanian dan pertambangan, serta tenaga kerja domestik.   Relik kontemporer yang paling menarik dari gelombang pertama dan kedua di New Caledonia Indonesia adalah Tiebaghi, yaitu pemukiman pertambangan di wilayah pegunungan terpencil dekat Koumac di sebelah utara. Ini adalah tujuan bagi banyak buruh kontrak  Indonesia (baik pendatang baru dan kelahiran setempat) antara tahun 1896 dan 1949. Di Tiebaghi, orang Jawa bekerja di tambang  krom bawah tanah bersama Vietnam dan Jepang.  Mungkin karena berperawakan kecil, maka dianggap  ‘mudah’ bagi mereka untuk memasuki terowongan bawah tanah. Sekarang lokasi tambang dan peninggalan desa pertambangan ini sedang dipulihkan oleh Asosiasi untuk Perlindungan  Pertambangan dan Warisan Caledonian Utara.
Gelombang ketiga emigrasi,  dimana Djintar Tambunan termasuk di dalamnya, terdiri dari sekitar 600 warga Indonesia yang datang ke New Kaledonia selama booming nikel antara 1967 dan 1972, untuk bekerja pada kontrak tahunan terbarukan, terutama dalam industri konstruksi. Di Kaledonia Baru, orang Jawa (Indonesia) meraih reputasi sebagai pekerja yang rajin.
Menurut Tambunan, hanya beberapa dari mereka migran gelombang ketiga tetap di New Kaledonia, sebagian besar pindah kembali ke Indonesia dan beberapa telah meninggal dunia.  Mereka yang tinggal di New Kaledonia bekerja – dan dalam beberapa kasus terus bekerja – dalam berbagai industri termasuk teknik, transportasi dan pembangunan infrastruktur.
Selain tiga gelombang migrasi, ada ‘kategori’ lainnya migran.  Suminah (yang menyebut dirinya Evelyne saat di Perancis) adalah contoh dari baleh wong – orang Indonesia yang lahir di New Kaledonia.   Kemudian ada Shirly Timan  contoh dari jukuan wong, atau seseorang yang lahir di Indonesia, tetapi dibawa ke Kaledonia Baru oleh orang Indonesia setempat.  Sering kali ini terjadi karena pernikahan.
Secara individu pencapaian ‘tertinggi’ karir orang Indonesia di  Kaledonia Baru adalah keberhasilan Anggota Parlemen Rusmaeni Sanmohamat yang terpilih sebagai Wakil Presiden keenam Kaledonia Baru.
Disarikan dan disadur bebas dari tulisan Pam Allen (Pam.Allen @ utas.edu.au) mengajar Bahasa Indonesia dan budaya di University of Tasmania di Hobart. (Inside Indonesia 102: Oct-Dec 2010)

Wednesday, October 10, 2012

Dadaro Rolingo

Dadaro Rolingo
  



 Groupe : KREATIF

Classe XI SOCIAL CENDEKIA MAN 1 Pekanbaru
Groupe : SMILE
  1. Nurhasanah
  2. Aggi Atikah Putri
  3. Amelia Kenanga Putri
  4. Ismail Yanti S.
  5. Wan Irham M.
  6. Hidayati Oktavia

NO
Les critères d'évaluation »Concours du Pain »
Les Marques
1
Performance (Penampilan)      
25
2
Goût (Rasa)                                    
25
3
Hygiène (Kebersihan)                      
20
4
D'entreprise (Kerjasama)                
10
5
Temps (Waktu Pembuatan)             
15

Total Résulter
95

Smily Burger Cendikiong

Du Pain : Smily Burger Cendikiong



Groupe : 4

Classe XI CENDEKIA MAN 1 Pekanbaru
Groupe : 4

  1. Indah Nukarimah
  2. Erlina Putri
  3. Suci Nurjannah
  4. Melani
  5. Rida  Darmayanti
  6. Rahmad Hidayat

NO
Les critères d'évaluation »Concours du Pain »
Les Marques
1
Performance (Penampilan)      
25
2
Goût (Rasa)                                    
20
3
Hygiène (Kebersihan)                      
20
4
D'entreprise (Kerjasama)                
10
5
Temps (Waktu Pembuatan)             
15

Total Résulter
90

BROWNIES GATEU MIGNON


 Groupe : 2 MIGNON



Groupe : BROWNIES GATEU MIGNON

Classe XI IPS  CENDEKIA MAN 1 Pekanbaru
Groupe : BROWNIES GATEU MIGNON
  1. Handarli Fadli
  2. M.Fikri
  3. Riska Amelia
  4. Nurani
  5. Rahmayani
  6. Nia Syamsu Putri
  7. Ria Wahyuni
  8. Retno

NO
Les critères d'évaluation »Concours du Pain »
Les Marques
1
Performance (Penampilan)      
25
2
Goût (Rasa)                                    
20
3
Hygiène (Kebersihan)                      
20
4
D'entreprise (Kerjasama)                
10
5
Temps (Waktu Pembuatan)             
15

Total Résulter
90

Le Fauler de Fromage


Du Pain : Le Fauler de Fromage



 Groupe : One


                         Classe XI IPS CENDEKIA MAN 1 Pekanbaru
Groupe : One

  1.  
  2.  
  3.  
  4.  

NO
Les critères d'évaluation »Concours du Pain »
Les Marques
1
Performance (Penampilan)      
20
2
Goût (Rasa)                                    
20
3
Hygiène (Kebersihan)                      
20
4
D'entreprise (Kerjasama)                
15
5
Temps (Waktu Pembuatan)             
15

Total Résulter
90